Konsep Belajar Ala Anak Workout
Bikin belajar kamu lebih variatif, seru, dan nggak ngebosenin!

Tech writer and lecturer from Indonesia who is passionate about backend technology.
I ensure that 99% of my content is written in Indonesian because I aim to encourage Indonesian tech enthusiasts to write and share their knowledge.
I often provide guidance to IT students in Indonesia, emphasizing the importance of continuous learning. Don't waste your post-campus life by doing nothing. Read, learn, and study more to become better professionals in the tech industry!
Belajar emang nggak menyenangkan, selain membosankan, belajar juga tidak mudah untuk seseorang yang baru terjun ke bidang yang ingin ditekuninya. Sebagai contoh ketika saya belajar tentang software engineering, tentu saja saya seringkali bosan dan stuck, bedanya saya bisa menguasai rasa bosan dan terus tabrak-tabrak masuk di setiap waktu. Ini yang disebut dengan kedisiplinan.
Pertanyaannya, apakah semua orang bisa punya metode yang sama? Jawabannya tentu tidak. Semakin kesini gaya pemikiran tiap orang untuk menyelesaikan masalah semakin kreatif, dan tentu saja kreatifitas ini akan membuka banyak cara dan gaya baru untuk mencapai tujuan masing-masing, misalnya dalam hal ini, belajar.
Belajar Lewat Gym
Sejak Mei 2023 saya bisa dibilang aktif berolahraga angkat beban di Gym, bahkan keaktifan ini sudah bukan disebut aktif lagi, tapi addict atau lifestyle. Hidup saya sekarang selalu dekat dengan olahraga.
Sejak Februari 2024, perjalanan saya menekuni olahraga kalistenik dimulai, berbekal pengalaman dan video orang lain, saya terus belajar untuk memiliki basic yang kuat sebagai atlit kalistenik dan sedikit demi sedikit belajar skill kalistenik, salah satu skill yang sudah saya buka adalah L-sit.
Seiring berjalannya waktu, saya selaku tenaga pendidik di kampus menemukan arti baru cara belajar yang harusnya bisa ditularkan ke banyak orang, tentu cara yang akan saya berikan ini tidak akan pasti cocok untuk semua orang, tapi bisa dijadikan salah satu alternatif.
Karena menurut saya, pembelajaran lewat metode workout ini sangat menyenangkan, dengan konsep yang sama harusnya seseorang bisa mengatasi rasa bosan dan tetap berprogress. Bagian terpenting dalam tumbuh dan berkembang adalah konsistensi, dan tentu saja konsistensi ini akan diraih bukan dari seberapa banyak kita latihan dalam satu hari, tapi seberapa sering kita mengulangnya.
Konsep Dasar Workout
Apabila kamu sudah masuk di dunia workout ala anak gym atau kalistenik, kamu tentu pernah mengenal istilah push day, pull day, dan leg day. Ya, tiga hari ini merupakan metode latihan yang sifatnya general untuk menargetkan otot yang ingin dilatih.
Semakin saya sering latihan di Gym, saya menemukan bahwa harusnya belajar juga bisa diibaratkan dengan workout, dimana konsep push, pull, dan leg bisa digunakan sebagai istilah penyebutan hari belajar untuk mencapai tujuan.

Penasaran? Baca terus sampai ke bawah.
Push Day
Push day merupakan hari latihan dengan konsep mendorong, biasanya dorongan yang dilakukan bisa bersifat horizontal atau vertikal. Otot yang paling sering digunakan pada hari ini adalah shoulder, triceps, dan chest. Ketiga otot yang akan membuat upper body kita menjadi terlihat keren dari depan.
Lantas apa hubungannya dengan belajar? Push day (mendorong) bisa dikaitkan dengan hari pembelajaran yang berfokus kepada dorongan untuk mencapai tujuan (bekerja/membangun usaha/produk), biasanya setelah kita memiliki tujuan yang jelas atau spesifik, kita bisa menggunakan push day untuk fokus ke sesuatu yang akan menghasilkan uang, misalnya pekerjaan.
Apabila seorang mahasiswa ingin belajar programming pada push day, mahasiswa bisa fokus ke materi yang sekiranya akan menunjang kebutuhan kerja, misalnya apabila mahasiswa tersebut ingin menjadi frontend developer, maka mahasiswa tersebut bisa sedikit demi sedikit mempelajari framework yang ramai di pasaran, misalnya Next JS, React, Preact atau bahkan Vue.
Apabila seorang mahasiswa tersebut backend, mahasiswa tersebut bisa fokus ke materi untuk menunjang kebutuhan kerja misalnya berjibaku dengan API, belajar membuat API, coba implementasi API todo-list dan sejenisnya dengan Go.
Push day akan berfokus untuk meningkatkan kemampuan di bidang yang sangat dekat dengan kita, tujuannya juga untuk membuat kita lebih percaya diri, bangga, dan stabil untuk meningkatkan kemungkinakan mendapatkan uang untuk bertahan hidup di masa mendatang.
Hal ini juga dekat dengan konsep shoulder yang akan membuat pria terutama lebih percaya diri, dan chest sebagai kebanggan, serta tricep yang kuat untuk menjaga stabilitas saat mendorong.
Jadi, apakah kamu tertarik untuk mengadopsi konsep push day?

Pull Day
Pull day merupakan hari latihan dengan konsep menarik, biasanya tarikan yang dilakukan juga bisa bersifat horizontal atau vertikal. Otot yang paling sering digunakan adalah biceps dan seluruh otot back (trapezius, rhomboid, teres minor, teres major, latissimus dorsi (lats), lower back dan lainnya). Banyak otot back ini bisa menopang tubuh kita dari belakang yang mana ini merupakan otot paling lebar di tubuh kita, sehingga sangat kuat sekali menopang tubuh kita.
Dalam pembelajaran, pull day bisa digunakan untuk meningkatkan minat kita terhadap bidang yang kita tekuni baik itu linear maupun non-linear, artinya gunakan pull day untuk berkreasi dan meningkatkan kemampuan di bidang yang kita mau.
Apa yang dimaksud linear dan non-linear? Artinya ketika pull day, usahakan untuk belajar sesuatu yang sifatnya supportif terhadap bidang kita (linear) dan menarik minat kita untuk belajar lebih banyak (non-linear).
Contoh, apabila seseorang di bidang frontend melakukan belajar pada pull day, ia bisa belajar tentang bagaimana proses build bekerja, kadang kita hanya ingin menjalankan script npm run build, tapi kita tidak paham mengapa proses build bisa berjalan.
Dengan memahami sebenarnya apa yang dilakukan oleh teknologi yang kita gunakan, kita bisa melakukan kustomisasi ketika dibutuhkan yang tentunya menunjang kebutuhan kerja di masa mendatang, sehingga pendekatan ini bisa jadi pendekatan linear.
Pada lain sisi, kita juga dapat melatih sesuatu yang sifatnya non-linear, misalnya bagaimana proses build dan deploy untuk static site dari projek react yang kita kerjakan? Bagaimana cara deploy di vercel atau Heroku? Bagaimana cara menjalankan build dengan Github Action?
Meskipun ini tidak langsung merupakan bidang yang frontend tekuni, tapi ilmu yang kalian dapatkan akan bermanfaat di masa mendatang, sehingga pendekatan ini saya anggap sebagai pendekatan non-linear.
Tentunya hal ini juga berlaku pada backend, misalnya ketika ingin membicarakan hal linear, kita bisa mencari tahu bagaimana melakukan optimasi dengan index di database. Tentunya hal ini akan menarik karena database juga merupakan kemampuan yang linear dengan backend.
Untuk hal non-linear, kamu bisa mencicil sedikit belajar tentang CSS dengan Tailwind, meskipun CSS menyebalkan tapi tetap saja backend juga terkadang akan membutuhkannya apalagi kalau kamu ingin menjadi semi web-developer. Jadi cari alternatif teknologi atau library yang bisa menunjang walau bisa jadi tidak sempurna, yang terpenting adalah meningkatkan kemampuan!

Leg Day
Kaki merupakan fondasi paling penting pada hidup manusia. Kaki menopang seluruh tubuh bagian atas yang berfungsi untuk berjalan. Kaki merupakan otot besar yang bisa menjaga manusia seimbang.
Leg day biasanya akan dilatih dengan metode strength training, yang berfungsi untuk mendorong apabila dibutuhkan kaki, tapi di lain sisi leg day juga penting menjaga endurance, karena kaki akan digunakan terus menerus untuk berjalan, berbeda dengan otot upper body yang tidak akan digunakan terus menerus.
Melatih endurance sangat penting, karena endurance merupakan dasar dari kegunaan kaki itu sendiri, misalnya ketika kamu naik ke puncak gunung kamu akan membutuhkan endurance yang besar dari kaki untuk menopang tubuhmu, serta membutuhkan strength juga untuk mengangkat tubuhmu ketika ada batu untuk mendaki.
Kaitannya dengan belajar adalah leg day merupakan fondasi utama dari kehidupan yang bisa kita analogikan sebagai tiang utama. Artinya leg day digunakan untuk belajar hal-hal dasar setelah apa yang kita pelajari pada push dan pull day.
Kembali ke dasar merupakan hal yang paling penting, artinya baik siapapun dan di bidang apapun akan kembali menguatkan dasar ilmunya.
Apabila kamu seorang frontend maka kamu akan kembali menekuni dan mengulang pembelajaran CSS atau Javascript
Apabila kamu seorang backend maka kamu akan kembali menekuni algoritma dan data struktur
Apabila kamu seorang devops maka kamu akan kembali belajar bash scripting atau hal dasar di bidang devops.
Apabila kamu seorang UI/UX kamu bisa kembali belajar teori dasar warna dan hal lain.

Kardio
Mengingat konsep latihan otot, tentu ada satu otot yang biasanya anak Gym lupakan, yaitu otot jantung atau kardiovaskular. Otot jantung merupakan otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Otot ini merupakan bagian penting karena otot ini akan menjaga stamina kalian selama perjalanan.
Ketika membicarakan endurance (daya tahan), otot ini berperan penting dalam menjaga stamina seseorang. Misalnya atlet renang dan atlet lari jarak jauh tentu memiliki otot kardiovaskular yang kuat untuk memompa selama jalannya pertandingan atau aktivitas.
Kardio dalam belajar bisa diibaratkan latihan jangka panjang, misalnya:
Membuat proyek jangka panjang (proyek besar maupun kecil)
Menonton video atau membaca artikel teknologi (baik tutorial maupun insight)
Menuliskan apa yang sudah dipelajari dan mempostingnya ke blog atau catatan online (misalnya notion)
Mengikuti perlombaan hackathon misalnya atau challenge di leetcode
Hari latihan kardio bisa juga diibaratkan sebagai latihan mental, konsistensi, dan stamina untuk jangka panjang latihan yang akan kalian lakukan.
Gunakan hari kardio dengan baik untuk mengerjakan sesuatu dan melatih hal-hal kecil di dalam pembelajaran kalian yang berdampak panjang pada proses pembelajaran kalian.

Jadwal Latihan
Untuk membuat jadwal latihan, pastikan kamu selalu berlatih minimal 1 jam perhari, atau bahkan 30 menit kalau waktunya sedikit, gunanya untuk menjaga konsistensi. Dalam satu minggu, kamu bisa membuat jadwal misalnya seperti ini:
Senin - Push
Selasa - Pull
Rabu - Leg
Kamis - Rest
Jumat - Push / Pull / Leg (terserah tergantung fokus)
Sabtu - Kardio
Minggu - Rest/Kardio
Dengan jadwal di atas kamu bisa tetap berprogress dengan baik, karena yang terpenting adalah konsistensi dan disiplin dalam belajar, bukan seberapa banyak waktu yang kalian gunakan untuk belajar.
Jadi bagaimana? Sudah kepikiran bagaimana menyusun strategi kalian untuk belajar? ๐



