Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Belajar 100 Jam Basic Web Development Backend, Emang Bisa?

Ya bisalah buat mahasiswa, kenapa enggak?

Updated
โ€ข8 min read
Belajar 100 Jam Basic Web Development Backend, Emang Bisa?
M

Tech writer and lecturer from Indonesia who is passionate about backend technology.

I ensure that 99% of my content is written in Indonesian because I aim to encourage Indonesian tech enthusiasts to write and share their knowledge.

I often provide guidance to IT students in Indonesia, emphasizing the importance of continuous learning. Don't waste your post-campus life by doing nothing. Read, learn, and study more to become better professionals in the tech industry!

Ketika ditanya berapa waktu yang dibutuhkan, saya bisa bilang 100 jam sudah cukup untuk membuat mahasiswa mempelajari basic web backend. Hal ini meliputi:

  • HTML, CSS, JS Dasar

  • Bootstrap Framework

  • MySQL Dasar

  • PHP Native

  • Laravel

Nah mungkin ada yang bertanya, kenapasih harus belajar PHP Native? Sebenernya sih bisa aja skip kalau emang mau, tapi gak ada salahnya juga sih belajar PHP Native, biar kerasa bedanya antara PHP native dengan Laravel.

Tapi karena saya pengennya begini, ya kalau kita bedah akan menjadi seperti ini:

  • Belajar HTML, CSS, Javascript: 20 jam

  • Membuat Portofolio dengan HTML, CSS, Javascript: 10 jam

  • Belajar CSS Framework Bootstrap: 5 jam

  • Membuat Portofolio dengan Bootstrap: 10 jam

  • Belajar Dasar Database Relasi dengan MySQL: 10 jam

  • Latihan MySQL - Membangun Database Inventory: 5 jam

  • Belajar PHP CRUD Dengan MySQL: 15 jam

  • Belajar Framework Laravel: 10 jam

  • Membuat Portofolio dengan Laravel + Bootstrap: 15 jam

Totalnya adalah 100 jam (setiap langkah dilakukan dalam waktu 1 jam sehari). Karena setiap langkah dilakukan dalam waktu 1 jam sehari, maka kita butuh 100 hari untuk menyelesaikan tantangan ini.

Saya gak akan jabarin detail setiap jamnya kamu harus ngapain, tapi saya bisa share beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dan coba pada setiap bagiannya.

๐Ÿ’ก
Perlu di-ingat bahwa 100 jam pembelajaran ini tidak menjamin kamu langsung menjadi jago, namun kamu bisa membuat perubahan meski sedikit ๐Ÿ˜‰

HTML, CSS, Javascript

Pada bagian pertama, saya menaruh ini sebanyak 20 jam, kenapa? Karena menurut saya, untuk benar-benar memahami HTML, CSS, dan, Javascript memang butuh jangka waktu yang banyak. Walaupun 20 jam benar-benar kamu habiskan untuk mempelajari, tidak akan membuat kamu otomatis menjadi jago juga kok, namun waktu sebanyak 20 jam ini saya rasa sudah cukup untuk dasar dengan catatan kamu mendapati stuk.

Meskipun dikerjakan 1 jam setiap hari, tentu ada momen ketika kamu stuk. Sehingga wajar aja waktu 20 jam ini saya tulis. Pada dasarnya ketika belajar HTML itu perlu paham:

  • Kerangka HTML

  • Tag HTML

  • Atribut HTML

  • Styling dengan CSS

  • Basic DOM dengan Javascript

Pada bagian ini kamu cukup belajar hal-hal dasar seperti:

  • Hal dasar membuat HTML dengan tag dasar (p, h1, div, a, img)

  • Hal dasar menggunakan class CSS (font, color, padding, margin)

  • Hal dasar menggunakan Javascript (on click, merubah element)

Untuk materinya sebenernya kamu bisa menggunakan W3Schools saja kok.

Membuat Portofolio dengan HTML, CSS, Javascript

Setelah kamu belajar dasar-dasar cara menggunakan HTML, CSS, dan Javascript, ada baiknya kamu membuat portofolio dengan ketiga hal tersebut. Lalu portofolio apa yang bisa kamu buat dengan 10 jam? Menurut saya, ada beberapa portofolio dasar yang kamu buat:

  • Biodata, buatlah portofolio berupa biodata dimana pada satu halaman HTML dapat berisi nama lengkap, nama panggilan, hobi, hingga riwayat pendidikan, kamu tidak memerlukan JS disini namun kamu

  • Navbar dan sidebar, kamu tau istilah navigation bar? Ya bar yang berada di atas, dan sidebar, bar yang berada di samping. Kamu bisa belajar hal dasar CSS dengan mempelajari ini.

  • Daftar barang e-commerce, pernah kepikiran gimana caranya bikin daftar barang e-commerce yang kotak-kotak? Saatnya cobain deh belajar, ini bisa membuat kamu memahami konsep grid dan column yang masih sesuai dengan dasar.

Belajar CSS Framework Bootstrap

Framework tuh apasih? Simplenya, framework adalah kerangka kerja yang disiapkan untuk mempermudah pekerjaan kamu, karena kamu udah belajar dasar CSS tentu kamu udah paham cara membuat style yang efeknya ke class, misalnya:

.main {
    padding: 5px;
}

Artinya, apabila kita menggunakan tag html yang mengisi class bernama main, otomatis diberi style padding sebanyak 5px.

Agak aneh sepertinya kalo misalnya saya bilang belajar CSS Framework Bootstrap, karena jaman now pasti banyak yang bilang:

Mendingan Tailwind, bang.

Yup, emang bocil mendang-mending ini banyak sih, tapi satu hal yang mau saya bilang. Menurut saya, Tailwind kurang cocok untuk pemula. Tailwind lebih cocok untuk orang yang kesel sama CSS. Nah untuk level keselnya ini, kamu perlu belajar terlebih dahulu supaya merasakan betapa nyebelinnya CSS, karena gak bakalan kerasa kalau belum merasakan pedihnya CSS.

Maka dari itu, saya menyarankan kamu belajar aja Framework CSS bernama Bootstrap. Framework ini akan memudahkan kamu membuat komponen yang bahkan kita sebut Daftar barang e-commerce pada bagian sebelumnya jauh lebih mudah dengan bootstrap.

Nah di sebelah mana belajarnya? Klik disini.

Membuat Portofolio dengan Bootstrap

Setelah belajar membuat website dengan framework CSS Bootstrap hal yang kamu lakukan masih sama, kamu harus membuat portofolio sebagai latihan agar kamu terbiasa. Berikut portofolio yang bisa saja kamu jadikan acuan:

  • Resume, buatlah portofolio berupa resume dimana pada satu halaman HTML berisi konten tentang yang berkaitan dengan dirimu seperti deskripsi singkatmu, kemampuanmu, riwayat pendidikan, tentunya dibangun dengan Bootstrap yang mana desain dan hasilnya bisa jauh lebih baik.

  • Blog, kamu bisa membuat blog sederhana dengan bootstrap, tentunya kamu tidak perlu membuat itu se-detail mungkin karena hanya perlu dua halaman saja, halaman pertama adalah homepagenya, halaman kedua adalah detail dari artikel tersebut.

  • Landing page, dengan Bootstrap kamu dapat membuat landing page dimana website tersebut berisi tentang konten sebuah perusahaan atau sebuah produk, kamu dapat melihatnya disini.

Belajar Dasar Database Relasi dengan MySQL

Setelah kamu belajar HTML, CSS, dan Javascript, saatnya step up lebih, kamu perlu belajar database relasi. Saya tidak perlu menjelaskannya apa itu database relasi karena kamu bisa mencarinya di Google.

Untuk memahami teorinya, kamu perlu belajar yang namanya

  • 1NF

  • 2NF

  • dan 3NF

Jadi sebelum kamu benar-benar melakukan coding terhadap database, kamu perlu belajar teori desain databasenya terlebih dahulu. Ingat, kamu tidak perlu jago, tapi kamu perlu paham "kenapa" desain database x dibuat seperti ini, "kenapa" masalah y dibuat seperti itu.

Setelah kamu paham dasarnya, kamu dapat belajar dasar MySQL, caranya seperti apa? Sebenarnya sederhana, kamu hanya perlu belajar sintaks dasar meliput:

  • CREATE dan DROP database

  • CREATE, ALTER, dan DROP table

  • INSERT, UPDATE, DELETE data table

  • SELECT with WHERE syntax data table

Setelah kamu memahami hal-hal dasar di atas, kamu bisa berlatih untuk membuat database versi kamu.

Latihan MySQL - Membangun Database Inventory

Agak aneh kalau disebut Portofolio, maka saya menyebutnya latihan. Mungkin saya bisa bantu sedikit untuk membuat studi kasusnya:

๐Ÿ’ก
Sebagai seorang programmer, kamu diminta untuk membangun sistem manajemen inventori di sebuah perusahaan yang baru dirintis. Perusahaan tersebut menjalankan bisnis sederhana, yaitu bisnis pergudangan. Dikarenakan perusahaan ini masih kecil, perusahaannya hanya menjalankan lini bisnis dalam mencatat alur keluar masuk barang yang ada.

Perlu diketahui bahwa perusahaan membutuhkan sistem dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Sistem dapat melakukan pencatatan barang dimana perlu dicatat admin mana yang melakukan input tersebut.

  • Sistem dapat menampung stok dari barang yang ada.

  • Sistem dapat mencatat transaksi masuk keluarnya barang yang perlu disetujui oleh admin.

  • Sistem dapat mencatat barang apa saja yang pernah masuk secara unik, misalnya hari ini kedatangan odol merk x, maka sistem dapat mencatat odol tersebut ke sistem namun tidak boleh ganda apabila odol tersebut datang lagi keesokan harinya.

  • Sistem memiliki laporan pencatatan harian dari barang apa saja yang keluar dan masuk pada hari tersebut berupa jumlah dan data yang unik dari tiap barang apa saja yang keluar dan masuk.

Saya tidak akan menjelaskan bagaimana melakukannya, cobalah dengan kreativitasmu sendiri lalu konsultasikan dengan orang yang kamu anggap capable untuk membantu mengoreksi pekerjaanmu ๐Ÿ˜.

Belajar PHP CRUD Dengan MySQL

Setelah kamu belajar dasar database, kamu perlu belajar PHP CRUD dengan MySQL. CRUD ini adalah istilah Create Read Update dan Delete, yaitu aktivitas yang sama seperti yang kamu lakukan pada database dimana ada data yang ditambahkan, ditampilkan, diperbarui, dan bahkan dihapus.

Belajarlah PHP Native, karena itu akan mempermudah kamu mengetahui hal-hal dasar sebelum kamu terjun ke Laravel nantinya. Memang melakukan hal-hal pada PHP Native bisa dikatakan cukup ribet, namun itu baik untukmu agar paham hal dasar supaya kamu gak ngang-ngong-ngang-ngong nantinya pas belajar framework.

Menggunakan studi kasus database dan dengan ilmu yang kamu dapatkan dari latihan HTML CSS JS dan dengan Bootstrap, buatlah website sederhana yang bisa kamu gunakan untuk memenuhi studi kasus database kamu tersebut. Sehingga, ilmu yang kamu terapkan di database yang tidak ada tampilannya dapat kamu buat supaya ada tampilannya.

Disini, jiwa perfeksionis kamu akan digetarkan karena ada tampilannya ๐Ÿ˜Š

Belajar Framework Laravel

Setelah kamu belajar PHP Native, kamu bisa saja segera mempelajari Laravel. Perlu diingat bahwa ketika kamu terjun ke Laravel akan ada beberapa hal environment yang berubah, seperti struktur folder maupun habbit lainnya. Hal ini wajar karena framework Laravel adalah opinionated framework, artinya framework ini sudah dibentuk dan diatur strukturnya, kamu hanya perlu mengikutinya saja.

Belajar framework Laravel tidak akan sulit, namun kamu akan mendengar istilah baru seperti middleware, templating, routing, CSRF, hingga MVC. Namun tidak mengapa, seiring berjalannya waktu, kamu akan paham semua itu.

Membuat Portofolio dengan Laravel + Bootstrap

Tibalah kita di tahap terakhir, apabila kamu benar-benar sudah pada tahap ini dan kamu telah mengikuti setiap tahap yang saya jelaskan sebelumnya, harusnya secara teori pengetahuanmu sudah membaik. Artinya, kamu pasti adalah orang yang berbeda dari 85 jam sebelumnya, karena di 15 jam terakhir ini, kamu akan membuat portofolio dengan Laravel dan Bootstrap.

Masih dengan studi kasus yang sama dengan PHP Native, saatnya kamu membuat portofolio tentang perusahaan pergudangan. Namun, kamu perlu step-up lebih banyak disini, artinya kamu perlu menerapkan hal-hal baru seperti Validasi yang lebih baik, middleware yang lebih akurat, routing group yang lebih baik, dan beberapa hal lainnya. Namun, kalau kamu masih belum bisa, tidak mengapa juga. Intinya 85 jam yang telah kamu lakukan sebelumnya pasti membuatmu menjadi lebih baik.

Tidak semua orang memiliki progress yang cepat, tapi pasti kamu telah sampai di titik yang dimana kamu sudah berbeda dibanding 85 jam yang lalu.

Selamat menyelesaikan 15 jam terakhir ini dengan bersenang-senang walau bersenang-senangnya sambil pusing.


Akhir kata saya hanya ingin mengatakan bahwa, untuk mencapai kemampuan yang jauh lebih baik kamu perlu terluka lebih banyak, artinya kamu perlu pusing, dan gelisah ketika belajar, karena kamu sedang berproses.

Hal ini saya dapatkan selama saya belajar maupun membangun fisik. Ini adalah perjalanan jangka panjang, kamu tidak dapat melihat perbedaan hanya dalam beberapa minggu saja, perlu dedikasi yang kuat dan grinding terus menerus ketika belajar.

Konsisten dan disiplin sudah harus jadi pegangan, karena motivasi sifatnya hanya sementara, namun kedisiplinan lah yang akan menjadi backup kita ketika kita sedang malas, atau demotivasi.

Perubahan perlu pengorbanan, meskipun itu harus mengorbankan waktu kita untuk bermain game, lebih baik daripada mengorbankan masa depan keluarga yang akan kita bangun ๐Ÿ˜‰