Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Empat Hal untuk Improve Proses Grinding

Semua orang tahu empat hal ini, tapi gak paham bahwa ini tuh penting

Published
•9 min read
Empat Hal untuk Improve Proses Grinding
M

Tech writer and lecturer from Indonesia who is passionate about backend technology.

I ensure that 99% of my content is written in Indonesian because I aim to encourage Indonesian tech enthusiasts to write and share their knowledge.

I often provide guidance to IT students in Indonesia, emphasizing the importance of continuous learning. Don't waste your post-campus life by doing nothing. Read, learn, and study more to become better professionals in the tech industry!

Ketika ngomongin grinding, kita gak terbatas untuk ngomongin olahraga aja, tapi juga kemampuan belajar, karena olahraga dan belajar adalah kegiatan yang bersifat grinding, artinya perlu dilakukan secara terus menerus (rutin).

Setelah saya belajar sejak 2015 dan aktif grinding sampai detik ini, kemudian di tahun 2023 saya aktif grinding untuk olahraga, akhirnya selain menemukan kesamaan bahwa keduanya merupakan aktivitas grinding, saya akhirnya memahami tiga hal yang bisa improve proses grinding saya menjadi lebih cepat.

Banyak orang yang tahu tiga hal ini, tapi sayangnya mereka gak paham. Mengapa orang-orang saya anggap tahu tapi gak paham? Karena dasar kata memahami artinya adalah pandai dan mengerti benar (suatu hal) sedangkan tahu ya hanya mengetahui.

Memiliki Prinsip

Ketika kita mengerjakan proses grinding, kita harus memiliki prinsip yang kuat. Misalnya adalah ketika saya belajar coding, prinsip saya adalah saya harus belajar setiap hari dan itu yang saya pegang. Artinya saya punya tujuan yang akan saya kejar, yaitu belajar setiap hari.

Prinsip setiap orang tidak harus sama, karena setiap orang memiliki karakter dan gaya masing-masing, kalau prinsipmu adalah "belajar hanya di weekend saja" tidak mengapa, selama kamu sanggup kenapa tidak?

Tidak semua orang mampu belajar setiap hari dan tidak semua orang juga mampu belajar hanya di weekend saja, bisa jadi weekend dia pakai untuk bercengkrama bersama keluarga besar, jadi terkait prinsip sebenarnya tidak perlu didebatkan, carilah prinsip yang sesuai dan tetap memiliki nilai yang positif.

Apakah prinsip bisa berubah di tengah jalan? Tentu saja dan menurut saya itu tidak salah. Pada saat pertama kali saya memutuskan olahraga, saya hanya ingin menurunkan berat badan, saya benci sekali diri saya yang 91 kg dengan fat 31 kg. Seiring berjalannya waktu sekitar 4-6 bulan, saya mulai menyukai diri saya. Kemudian prinsip saya berubah menjadi, saya ingin membuat olahraga menjadi hal yang wajib di hidup saya.

Sekarang saya sudah berada pada bulan ke-9, prinsip saya berubah setelah saya berhasil di titik 83 kg berat badan dan fat 23 kg. Apa prinsip saya saat ini? Saya ingin menjadi kuat dengan kalistenik, saya ingin mengangkat tubuh saya lebih fleksibel dengan gerakan-gerakan estetik para atlit kalistenik. Saya tidak peduli lagi dengan bentuk tubuh saya mau besar atau kecil, saya hanya ingin mengangkat tubuh saya dengan mudahnya. Mengangkat tubuh membutuhkan strength yang tinggi, artinya secara gak langsung saya perlu menaikkan strength saya untuk mencapai tujuan dan prinsip saya.

Tanpa prinsip alias tujuan, kita gak terarah, dan kita harus memegang teguh prinsip tersebut agar dapat memiliki arah yang lebih jelas.

Tidak Mencatat

Catatan itu hal yang sangat basic di dalam aktivitas grinding, apa yang kita lakukan saat kecil itu sebenarnya sangat baik, misalnya mencatat aktivitas belajar kita dengan menulis kembali rumus yang kita pelajari.

Selain akan membuat kita mengingat kembali yang akan menaikkan kemampuan otak untuk menghafal, kita juga membuat habbit yang baik dimana ketika kita lupa, kita dapat membuka kembali catatan tersebut.

Ini yang hilang ketika kita dewasa, kita tidak mau mencatat dengan baik. Kita berpikir catatan yang baik itu hanya untuk ketika kita ingin membagikan. Padahal sejatinya, catatan yang baik itu akan dibagikan kembali kepada diri kita sendiri. Kalau kita saja tidak dapat memahami apa yang kita tulis, bagaimana nantinya kita akan membaca catatan tersebut?

Tidak sedikit orang yang belajar mau menulis dan mencatat, padahal se-sederhana mencatat step-by-step saja sudah termasuk mencatat. Misalnya kamu membuat catatan seperti ini:

x = 20
y = 10


"""
Kita assign nilai y pada variabel sementara yang disebut _tmp
"""
_tmp = y 

"""
Kita assign nilai y menjadi nilai x, sekarang nilai y menjadi 20
"""
y = x 

"""
Kita assign nilai x dengan nilai _tmp
dimana nilai _tmp adalah 10. 

Kalau kita pakai x = y nanti jadinya y adalah 20, 
karena y kan sudah diubah.
"""
x = _tmp

As simple as that aja belum tentu orang mau menulisnya, padahal tulisan ini mampu membuat kita memahami konteks menjadi lebih mudah.

Ketika kamu grinding pada olahraga, kamu mencatat apa saja yang kamu lakukan hari ini, misalnya kamu push up berapa reps dan set, apa saja makanan yang kamu makan pada hari itu. Catatan tersebut akan membantu kamu untuk memaksa dirimu melakukan progressive overload yang akan kita bahas pada bagian selanjutnya.

💡
Catatan akan membantu kamu mengontrol flow agar kamu tidak miss dalam grinding, kalau kamu tidak mampu mengingat, maka catatlah.

Progressive Overload

Istilah ini mungkin lebih akrab dengan orang yang sudah biasa workout, tapi saya bantu agar kamu lebih mudah memahaminya.

💡
Progressive overload adalah proses dimana kita memaksa diri sendiri untuk menaikkan limit satu level di atas biasanya. Misalnya, biasanya push up hanya mampu sebanyak 10 repetisi menjadi 11-12 repetisi.

Kalau progressive overload ini adalah tentang olahraga, ini pasti keliatan banget, karena kita bisa merasakan level yang lebih tinggi dari biasanya.

Misalnya saya biasanya pull up full body hanya mampu sebanyak 3 repetisi sempurna, namun pada hari kemarin (Jumat, 1 Maret 2024) saya mampu sebanyak 4 repetisi sempurna ditambah 1 repetisi setengah sempurna, artinya saya memaksa diri saya untuk naik 2 tingkat dari biasanya.

Apakah kita sebenarnya sadar bahwa kita sedang progressive overload pada saat belajar? Tentu, pada saat kita menaikkan level pembelajaran kita. Misalnya, kamu hari ini belajar tentang variabel, kemudian esok hari kamu belajar tentang looping. Looping sudah pasti pake variabel, tapi studi kasusnya berbeda.

Artinya apa? Kamu sebenarnya selama ini sudah progressive overload, yang biasanya belajar cuma sekian, kamu naik level dengan memaksa, tapi kamu gak pernah sadar!

Apakah artinya kamu harus selalu progressive overload? YES!

Kita harus selalu menaikkan level belajar kita, misalnya kita belajar tentang array hari ini, besok cobalah belajar studi kasus misalnya menghilangkan satu data yang sama pada array, besoknya coba lagi belajar tentang struktur data yang memanfaatkan array, misalnya queue, stack.

Kalian gak pernah paham istilah progressive overload, tapi selama ini ketika kalian terus improve dan memaksa diri sendiri, itu namanya kalian lagi progressive overload! Kalian biasanya cuma belajar 1-2 kali seminggu, kalian naikin jadi 2-3 kali seminggu, that's progressive overload!

💡
You should be proud of your progress, every progressive overload will makes you better day by day.

Support

Support vs Congratulations : r/motivation (https://www.reddit.com/r/motivation/comments/gzltiu/support_vs_congratulations/)

Ketika kita berproses penting sekali untuk memiliki support. Siapapun bisa jadi support, keluarga, teman, bahkan pasangan. Keberadaan support ini akan menjadi penting karena kita perlu validasi, bahkan memuaskan hasrat dan ego untuk menyatakan bahwa kita berhasil naik level. Ada cerita yang menarik tentang ini dari saya.

Pada akhir januari 2024, saya hanya berhasil satu kali pull up full body. Pada minggu pertama dan kedua februari 2024 saya berhasil dua kali pull up full body, kemudian saya join komunitas kalistenik bernama Gravgear - Yellow Dude karena saya membeli e-book kalistenik yang mereka buat di Telegram.

Pada 18 Februari 2024 saat pertama kali saya bertanya mengapa saya hanya mampu dua repetisi saja dan apakah yang harus saya lakukan? Apakah saya harus melakukan gerakan dead hang lebih banyak? Ada satu orang anonim (tanpa profil yang jelas) menjawab bahwa kemungkinan otot saya belum begitu kuat, saya harus latihan lebih banyak dan cobalah menggunakan resistance band setelah melakukan dua repetisi tersebut, kata anonim ini.

Akhirnya setelah mendapatkan support berupa jawaban dari orang lain, saya coba untuk berlatih seperti biasanya dengan intensitas yang lebih berat dari week sebelumnya.

Tau apa yang menarik dari ini? Bagian ini:

"I want to know the result"

Ini men-trigger kepala saya bahwa saya harus bekerja lebih keras lagi, saya ingin ada yang memvalidasi teori yang disampaikan olehnya bahwa saya bisa lebih baik lagi.

Apakah salah melakukan validasi? Bagi saya sebagai manusia, tidak salah karena manusia butuh pengakuan, tapi yang bermasalah adalah ketika kita selalu butuh pengakuan. Pada konteks ini, saya sangat ingin diakui dalam konteks yang positif bahwa saya memiliki perkembangan yang baik.

Akhirnya satu minggu berlalu.....

Lalu pada tanggal 23 Februari 2024 ini yang terjadi:

Yep, setelah mendapat support saya memaksa diri saya untuk naik ke level selanjutnya, yaitu memaksa diri sendiri untuk mendapat 3 repetisi pull up full body tanpa resistance band, dan hasilnya... berhasil.

Menariknya adalah ketika saya bilang "I guess I have to force myself and set a mindset that I could do 1 more, that's what makes me capable to do one pull up more after 2" jawaban dari anonim ini adalah "mate, this is what i want to read".

Betapa pentingnya mindset kita untuk memaksa diri kita jadi lebih baik lagi, betapa pentingnya diri sendiri untuk memaksa naik level. Kalian yang baca ini sadar gak sebenernya dari cerita di atas maksud saya itu apa?

Support yang kalian butuhkan adalah diri kalian sendiri.

Keluarga kalian support, that's good, sangat baik sekali memiliki keluarga yang mensupport diri kita menjadi lebih baik. Teman kalian support, that's fine, punya circle yang mendukung kita melakukan hal positif itu luar biasa, pertahankan mereka. Pasangan kalian support, you got a gift! Pasangan emang orang pertama yang harus support dalam hal positif, kalau kalian taken dan punya pasangan yang supportif, sangat indah sekali hidup ini.

Dari semua bagian yang harus mensupport, kita lupa bahwa seseorang yang paling dekat dengan kita untuk mensupport adalah diri kita sendiri. Kita sibuk mencari support dari orang lain, dari ayah, ibu, sodara, teman, bahkan pasangan, namun kita lupa fans berat kita adalah diri kita sendiri. Kita bisa minta support pada siapapun, fans kita, pasangan, orang di luar sana, anonim, mereka akan memberikan itu, tapi apalah arti dukungan itu semua?

Diri sendirilah yang ingin kita jadi lebih baik, kenapa kamu sibuk mencari validasi dari fans jauh sedangkan dirimu sendiri adalah fans beratmu? Kamu adalah orang pertama yang bangga akan pencapaian belajarmu, pencapaian workoutmu, dan pencapaian lainnya, bukan pasanganmu, bukan keluargamu, tapi dirimu sendiri.

Kenapa kamu lupa minta support sama diri sendiri? Dia yang berada pada tubuhmu setiap hari selalu mengikutimu kemana-mana, tapi kamu malah meminta orang lain untuk mensupportmu.

Belajarlah untuk mendukung dan mendorong diri sendiri, itu tidak gila bicara dengan diri sendiri namun melainkan hal yang sangat normal untuk mendorong diri sendiri menjadi lebih baik.

Lanjutan cerita di atas, tanggal 1 Maret 2024 saya berhasil mencapai progressive overload.

Saya jujur, happy banget bacanya, ada orang yang mau dengerin curhatan saya, jujur saya sedikit terharu ngeliat dia balas bahwa dia gak akan bosen denger cerita saya. Saya ngerasa dapet support yang akan mendukung saya terus selain keluarga saya, tapi tetep saya seneng banget bahwa saya bisa mendukung diri saya sendiri untuk terus maju.

Sebagai pengajar, saya juga happy ngeliat mahasiswa saya atau siapapun yang pernah curhat / mentoring dateng ke saya terus mereka bilang:

  • "Pak kemarin saya belajar coding dengan cara baca blog medium bapak, terus saya belajar eh bisa pak, makasih ya"

  • "Pak kemarin saya nyoba teknologi ini, keren ya, saya baru nyoba dikit sih pak"

  • "Pak makasih ya kemarin sarannya, saya udah cobain dan saya ada peningkatan, walau gak banyak sih pak"

Hal sesederhana ini bikin saya terharu, saya seneng bahwa saya bisa kasih impact positif walau tidak banyak, minimal ke lingkungan terdekat saya.


Ingatlah pesan dari si anonim ini:

💡
When you have discipline, consistency, and dedication, whatever will change. It is what human are capable of.

So, ketika kalian punya kedisiplinan, konsistensi, dan dedikasi, sebodoh apapun kalian anggap diri kalian pada bidang coding, selemah apapun kalian untuk workout, segendut apapun kalian memulai diet, pasti kalian akan mampu berubah meskipun hanya 1% saja karena sejatinya manusia itu mampu merubah sesuatu.

Sebagai bonus, saya kasih wallpaper yang jadi motivasi quotes bagi saya.

Menderita itu resiko
Sakit itu sementara
Progress itu nyata
Sabar itu harus
Berhenti itu pecundang

Selamat berjuang untuk kita semua!