Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Mahasiswa Akhir: Saya Telat Banget Pak Belajarnya

Menerima hukuman sebagai mahasiswa akhir yang malas belajar

Updated
6 min read
Mahasiswa Akhir: Saya Telat Banget Pak Belajarnya
M

Tech writer and lecturer from Indonesia who is passionate about backend technology.

I ensure that 99% of my content is written in Indonesian because I aim to encourage Indonesian tech enthusiasts to write and share their knowledge.

I often provide guidance to IT students in Indonesia, emphasizing the importance of continuous learning. Don't waste your post-campus life by doing nothing. Read, learn, and study more to become better professionals in the tech industry!

Demotivasi adalah hal yang sering terjadi pada mahasiswa akhir. Merasa semuanya jadi susah, merasa semuanya kaya sia-sia padahal udah tiga sampai empat tahun kuliah.

Saya cuma mau bilang, rasain lu, kemaren-kemaren kemana aja?

Tapi yaudah, itu cuma umpatan pertama saya. Bukan berarti saya akan menghujat orang yang telat belajar, tapi orang yang telat belajar pasti akan mendapat hukumannya. Contoh hukumannya:

  • Susah cari kerja

  • Interview ngang-ngong-ngang-ngong

  • Kesulitan ngerjain skripsi

  • Diterima kerja tapi pas dikasih task susah banget nyelesainnya

Itu hukuman kalian, terima aja takdir akibat kemalasan kalian. Itulah yang kalian petik karena kalian selama ini sibuk haha hihi, sibuk sosmed, sibuk push rank yang mana kalian gak imbangin sama waktu belajar, terima hukuman kalian.

Sekarang, tenang, saya ada untuk mengurangi kecemasan kalian meskipun kalian sedang dalam masa hukuman. Mari kita bahas apa yang bisa kalian lakukan.


Back to Basic

Coba kalian bahas lagi hal dasar, jangan-jangan kesulitan kalian selama ini adalah karena kalian gak bener-bener mateng dasarnya. Ibarat pondasi rumah, ya pondasi kalian tuh gak kokoh. Contohnya adalah, misalnya disuruh buat program sederhana pake file txt, kalian bahkan gak tau cara ngebuat file txt pake kodingan. Lalu solusinya apa? Ya pelajarin masalah utamanya dulu, gimana caranya ngebuat file txt pake Python, misalnya.

Setelah udah tau, kalian diminta buat program dimana datanya bisa disimpan di file .txt dan dijadiin semacam semi-database, sehingga kalau datanya dicari, kita bisa nyari di txt tersebut.

Terus kalian bingung, ini gimana yak alurnya, ya berarti kalian sendiri aja gak paham cara membuat program sederhana. Berarti fokus ke masalah utamanya dulu, gimana caranya buat program sederhana pake looping, print, dan fungsi, misalnya.

Kalian diibaratkan belajar dari depan ke belakang, bukan dari belakang ke depan, karena kalian udah pernah, tapi kalian lupa. So, ya cara satu-satunya kalian mundur lagi sampai titik pertama kalian mulai.

Gak Punya Fokus Bidang

Kita kan sama-sama tau ya, bidang IT itu banyak banget fokusnya, dari backend, web development, frontend, devops, even UI/UX aja masih masuk bidang IT kok. Permasalahannya adalah, kamu udah mahasiswa akhir aja gak bisa jawab mau fokus bidangnya apa.

Itu masalah dari akar masalah.

Sebenernya gak salah belum menentukan fokus bidang kalau masih labil, tapi you can't be like that for the full year, kalau udah mahasiswa akhir, kamu udah harus punya jawaban, dan untuk menemukan jawaban dari permasalahan ini yang paling gampang adalah menjawab pertanyaan berikut:

Fokus bidang apa yang kalau kamu kerjain atau pelajarin, semakin kamu stuck atau nemu kesulitan, kamu malah makin semangat ngerjainnya?

Kalau kamu udah nemuin jawaban itu, udah fix, gak usah pake ba bi bu atau hah hoh hah langsung aja tekunin. Contohnya, saya adalah orang yang sangat suka backend, yap saya suka banget mikir logic dan bermain dengan database itu menyenangkan menurut saya. Selain itu saya pernah stuck di CSS dan saya gak suka banget, I mean like, aneh aja rasanya gak kebayang di logic saya, tapi setiap saya ngerjain kerjaan backend (CRUD dasar) itu selalu tertantang, misalnya ngomongin CRUD tentang aplikasi perpustakaan dan aplikasi hotel, meskipun sama-sama CRUD tapi logic codenya berbeda dimana perpustakaan memiliki flow untuk ngitung denda kalau terlambat, sedangkan hotel ada flow dimana kita harus bisa menemukan ruang yang kosong.

Sebagai mahasiswa akhir, kamu pasti udah nemu jawaban dari pertanyaan di atas, dan gak mungkin kamu masih belum menemukan itu. Kalau kamu belum menemukan itu, tandanya kamu kurang banyak nyoba dan belajar, that's all. So, belajar lah.

Tidak Bertanya / Mentoring

Ketika kalian adalah mahasiswa akhir yang masih stuck pada berbagai hal, salah satu hal yang perlu kalian lakukan adalah... mentoring atau bertanya. Gimana caranya? Well, banyak, ikut bootcamp gratis/berbayar, cari mentor di internet (misalnya ADPList), atau bahkan follow-followan sama orang di Twitter yang juga fokus bidangnya IT, dan jangan lupa untuk bertanya.

Sebenarnya gak salah kalau tidak bertanya, tapi pada kasus ini kamu butuh orang untuk berdiskusi, misalnya kamu bisa berdiskusi dengan saya lewat twitter yang mana saya juga sering ngejawab-jawabin pertanyaan di DM.

Sayapun punya guru yang sering saya tanya di bidang backend, dan saya juga aktif mengikuti perkembangan di forum-forum tech, misalnya dengan membaca artikel-artikel di daily.dev. Permasalahannya, kamu aja udah gak tau dan stuck, dan kamu masih gak mau nanya atau ngobrol? Well, harus diubah ya habbitnya.

Disiplin dan Teratur

Ketika mengejar ketertinggalan maka satu-satunya senjata yang kamu harus punya adalah disiplin dan teratur. Saya benci mengatakannya, tapi saya gak mau ngomong konsisten, karena saya sendiri udah muak denger orang-orang yang bilang "Iya pak tapi itu lho susahnya, saya gak bisa konsisten".

Simply, ketika kamu gak bisa konsisten atau disiplin, itu berarti kamu gak bener-bener menginginkan itu.

Kalimat ini nyangkut di kepala saya, waktu awal belajar coding hampir tiap malem saya begadang untuk belajar, itu kenapa? Simply, karena saya benar-benar menginginkan untuk bisa. Coba kalo waktu itu saya males dan udah lah gak usah belajar, hari ini pasti saya gak akan nulis artikel ini dan cuma jadi pecundang yang mengutuk nasib.

Apa yang bisa kamu lakukan untuk melakukan ini? As simple as membiasakan sedikit demi sedikit, kalau kamu gak bisa belajar perhari sejam, lakukan 30 menit sehari. Gak bisa juga? Sejam per dua hari, mau alasan apa lagi? Gak bisa juga? Dua jam per tiga hari. Stop making excuses and get the fuck up.

Memperbanyak Latihan

Sebenarnya sama kaya disiplin, tapi memperbanyak latihan disini konteksnya adalah, yaudah coding kalau bidang IT, dan design kalau bidang design. Perbanyak latihan dari studi kasus yang ada, atau kalo perlu tanya sama AI, minta buatin studi kasus, terus kamu selesain.

Enak banget jaman sekarang minta soal bisa tanya AI, terus kemudian kita pecahin sendiri, lantas kalau kita aja masih malas, berarti masalah utamanya adalah dari diri kita.

Banyakin latihan hal dasar, misalnya:

  • Belajar bikin web pake HTML CSS JS native

  • Belajar bikin web pake Bootstrap

  • Belajar bikin web pake Tailwind

  • Belajar bikin CRUD pake txt

  • Belajar sambungin database ke CLI Python

  • Belajar bikin UI Design tampilan login

  • Belajar bikin desain database pake draw.io

  • Belajar nulis query manual pake MySQL Client

Apapun yang kamu lakukan, yang penting latihan, latihan, dan latihan. Gak ada yang bisa lebih baik tanpa latihan dan gak ada latihan yang sia-sia!

Latihan itu sama aja dengan Grinding, kalau kamu main MMORPG pasti kamu gak asing sama istilah ini, lantas apa bisa tiba-tiba kita jago? Enggak, kita butuh grinding, kita butuh latihan, dan ini dilakukan berulang-ulang meskipun membosankan.

Sombong kali kalian bilang bosen, padahal jago aja belum.


Intinya, iya memang kalau dibilang terlambat, kamu terlambat. Lantas, kenapa kalo terlambat? Yaudah, kejar ketertinggalannya dan terima hukumannya. Menyesali apa yang udah terjadi itu gak ada gunanya, lebih baik kita melakukan sesuatu agar kita gak tambah menyesal lagi kedepannya.

💡
One day or day one? Ngarep bisa jadi lebih baik suatu hari nanti atau berusaha untuk jadi lebih baik di hari pertama?

Pertanyaan di atas hanya kamu dan hati kecilmu yang bisa jawab. Ingat baik-baik bahwa perjuangan itu butuh pengorbanan, kalaupun harus mengorbankan waktu bermainmu dengan teman-teman, kalaupun harus mengorbankan waktumu bersama keluargamu, maka lakukanlah karena itu adalah hukumanmu akibat selama ini malas dan tidak mau menjadi lebih baik.